Istighfar karena bersyukur

Banyak orang khilaf, ketika mengucapkan rasa syukur.

Maksudnya baik tapi caranya salah

Alkisah; Salah seorang tokoh Tarikat Sufi yang bernama Sirri Al-Siqthi. Ia pernah berkata “ Sudah tiga puluh tahun aku beristighfar hanya karena sekali aku bersyukur kepada Allah!”,

Mungkin anda bingung, termasuk yang saya alami dulu.

Bagaimana bisa, kita memanjatkan pujian kepada Allah SWT tapi kita merasa bersalah atas pujian atau syukur tersebut sehingga kita harus bertobat dan perbanyak istighfar.

Al Sithqi menjawab keheranan kita semua, ia berkata “ Saat itu aku mempunyai toko di pasar Baghdad. Suatu saat orang – orang mengabariku bahwa pasar Baghdad hangus dilalap api. Aku bergegas pergi untuk melihat apakah tokoku juga terbakar. Salah seorang mengabariku bahwa api tidak sampai membakar tokoku. Akupun berkata Alhamdulillah.

Setelah itu jiwaku terusik, hatikupun berkata ‘Engkau tidak sendirian di dunia ini. Beberapa toko telah terbakar! Memang tokomu tidak terbakar, tapi toko-toko lainnya yang terbakar.

Ucapan Alhamdulillah berarti aku bersyukur api tidak membakar tokoku, meski membakar toko yang lainnya!

Berarti aku rela toko orang lain terbakar asalkan tokoku tidak’. Akupun berkata dalam diriku , Siiri’! tidakkah engkau memperhatikan urusan saudaramu kaum muslimin?’

(merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang berbunyi, ‘barang siapa yang melewatkan waktu paginya tanpa memperhatikan urusan kaum muslimin, maka tidaklah ia termasuk orang Islam.’

Saat ini sudah tiga puluh tahun saya beristighfar atas ucapan Alhamdulillah-ku.”

Jika kita merenungkan cerita tersebut, perbuatan “kita” sangat jauh yang dicontohkan oleh Sirri Al-Siqthi. Jangankan mengucapkan Alhamdulillah, berbicara jorok/kotor pun “kita” tidak pernah beristigfar dan bertaubat.(Ampunilah Dosa hamba-Mu ini Ya Allah).

Jiwa Sirri Al-Siqthi telah terusik, ia telah keluar dari lingkaran egonya menuju ego orang lain.

Perlakuan seperti ini sering dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW Sebagaimana kisahnya ketika dilempari kotoran oleh orang kafir tapi ia tidak marah malah ia berbuat baik terhadap mereka.

Jangankan mengucapkan Alhamdulillah, berbicara jorok/kotor pun “kita” tidak pernah beristigfar dan bertaubat.

(Ampunilah Dosa hamba-Mu ini Ya Allah).

Jiwa Sirri Al-Siqthi telah terusik, ia telah keluar dari lingkaran egonya menuju ego orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.