Allah Mengabulkan Doa

Cara Allah Mengabulkan Doa Hambanya

  1. Allah Mengabulkan Secara Langsung Setiap Doa yang Dipanjatkan. Ketika kita berdoa kepada Allah, maka Allah SWT bisa saja mengabulkan doa kita secara langsung. …
  2. Allah Menunda Untuk Mengabulkan Doa Tersebut. …
  3. Allah Menggantikan Doa Tersebut Dengan Suatu Hal Yang Lebih Baik.
  • Kalau kamu “ber-iman pada hari akhir”, pasti tidak akan tergesa-gesa. Tidak harus selalu keinginan kamu terpenuhi saat kamu butuh. Apalagi, kalau sampai membuat orang tua susah.

    Coba saja kamu bayangkan, bagaiama kalau Allah langsung mengabulkan setiap do’a yang dipanjatkan semua orang.

    Akan terjadi kakacauan.

    Misalnya ketika dua klub sepak bola masing-masing berdoa supaya tim-nya menang dalam pertandingan. Siapa yang bakal kalah atau menang 🙂

    Setiap orang tua sayang pada anaknya. Kalau kamu selalu ingin kebutuhan kamu dipenuhi, harusnya cukup dengan berdoa, kalau kamu ber-iman.

    Allah pasti kabulkan doa kamu.

    Orang tua akan risau hatinya, apabila anaknya merengek, minta sesuatu. Padahal kamu pun tidak tahu, kalau orang tua-mu selalu berusaha menyenangkan hatimu.

    Walaupun kamu sering menyusahkan orang tua, mereka tidak ingin kamu susah. Semua orang tua seperti itu.

    Kamu juga nanti akan jadi orang tua.

    Sekarang, yang penting yang harus kamu lakukan adalah mensyukuri semua Nikmat dan Karunia Allah Azza wa Jalla.

    Apabila kamu bersyukur, Allah akan tambah nikmat itu, tapi kalau kamu ingkari, maka azab Allah sangat pedih.

    Kalau kamu paham, rezeki itu bukan yang kau dapat lalu kau habiskan.

    Rezeki yang hakiki kalau sekarang, kamu rajin sedekah. Karena sedekah itu adalah pahala buat kamu.

    Kalau kamu ber-iman pada hari akhir.

    Ber-iman pada hari akhir, bukanlah percaya adanya hari akhit, tapi, apa yang kau siapkan untuk hari akhir.

    Bersyukur itu bukan menikmati yang apa adanya, tapi bersyukur itu, kamu bisa mempersiapkan hari akhir, dengan apa adanya. Karena semua adalah Qodarullah.

    Kamu tidak khawatir dengan apa yang tidak kamu miliki. Tapi kamu harusnya khawatir, karena yang kamu miliki tidak kamu sedekahkan, karena itu ongkos kamu untuk hari Akhir.

    Bagi seorang mukmin, dalam keadaan apapun adalah sama.

    Saat kamu mendapatkan nikmat, kamu bersyukur. Itu baik untukmu.

    Ketika kamu tertimpa musibah, kamu bersabar. Itu pun baik untukmu.

    Note: untuk anak-anakku yang aku sayang.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.