Work-Life Balance

Istilah “work-life balance” sering kali dikaitkan dengan bekerja di kantoran. Bukan tanpa alasan, bekerja di suatu kantoran memang tidak jarang mengharuskan kita untuk tinggal di kantor hingga dini hari di hari berikutnya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pekerjaan yang sangat menyita waktu sehingga seperti tidak memiliki waktu lagi untuk sekadar bercengkrama dengan orang tua di rumah, bertemu teman-teman lama, atau melakukan hobi.

Walaupun terasa mustahil, ternyata ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengusahakan keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Langkah-langkah ini merupakan perwujudan dari keinginan pribadi untuk memiliki kehidupan di luar pekerjaan karena telah bertahun-tahun bekerja di salah satu kantoran di Jakarta. Semoga bisa membantu Sobat LebahDaun untuk segera menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi ya!

  1. Kenali situasi diri

Rekan-rekan Anda yang memiliki posisi sebagai Staff misalnya, tidak akan memiliki tanggung jawab yang dengan Anda yang misalnya merupakan ketua tim atau leader. Dalam contoh ini misalnya, Anda harus dapat memposisikan diri sebagai leader, mengetahui hal-hal yang diharapkan dari Anda, hal-hal yang menjadi tanggung jawab Anda, serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut.

Selain mengenali situasi diri di tempat kerja, penting juga bagi Anda untuk selalui mengenali situasi diri Anda di segala aspek kehidupan. Misalnya, situasi diri di keluarga inti, keluarga besar, pergaulan teman-teman, lingkungan tempat tinggal, lingkungan organisasi, maupun lingkungan sosial lainnya. Dengan begitu, Anda tahu apa-apa saja yang diharapkan dari Anda dan apa yang bisa Anda berikan di suatu lingkungan sosial tertentu.

  1. Tentukan prioritas dan pembagian waktu

Setelah mengenali situasi diri Anda, barulah Anda dapat menentukan hal-hal apa saja dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda dan mana yang bukan menjadi tanggung jawab Anda. Pembedaan ini sangat penting dilakukan agar Anda dapat menentukan apa yang menjadi fokus utama dana pa yang bisa dikesampingkan. Pembedaan ini bukan untuk melihat apa yang “harus dilakukan” dan “apa yang tidak harus dilakukan” tapi lebih kepada apa yang harus dilakukan terlebih dahulu dalam waktu terbatas yang kita miliki.

Sebagai contoh, seorang Admin Tim Penjualan A diharapkan untuk membantu Tim Penjualan B dalam menangani proses administrasi timnya. Padahal, Admin Tim Penjualan A seharusnya hanya bertanggung jawab untuk timnya saja, yaitu Tim Penjualan A. Pada kasus ini, Admin Tim Penjualan A bukannya tidak diperbolehkan membantu Tim Penjualan B, tetapi, ia harus mendahulukan apa yang menjadi tanggung jawabnya, yaitu menangani proses administrasi Tim Penjualan A. Setelah proses administrasi Tim Penjualan A selesai dikerjakan, barulah Admin Tim Penjualan A bisa membantu proses administrasi Tim Penjualan B. Selain dari tanggung jawab, menentukan prioritas juga dapat dilakukan dari membedakan pekerjaan yang membutuhkan banyak waktu untuk dikerjakan dan pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak waktu.

  1. Berkomitmen pada prioritas dan pembagian waktu yang telah ditentukan

Berikutnya, Anda harus berkomitmen pada prioritas dan pembagian waktu yang telah Anda tentukan sendiri. Di sinilah ujian Anda yang sebenarnya, karena, usaha Anda untuk mengenal situasi diri dan membuat prioritas akan sia-sia apabila Anda tidak memiliki cukup komitmen. Walaupun begitu, ada kalanya ketika Anda harus bisa fleksibel ketika menghadapi keadaan-keadaan darurat yang mengharuskan Anda melanggar prioritas Anda. Segera setelah keadaan darurat selesai, Anda harus kembali menjalankan prioritas Anda seperti sebelumnya.

  1. Hidup bukan hanya untuk bekerja

Hal terakhir yang penting untuk diingat ketika Anda ingin memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda adalah “hidup bukan hanya untuk bekerja.” Ada banyak hal yang bisa Anda lewatkan dalam hidup ini apabila Anda terlalu sibuk bekerja. Misalnya, mengunjungi orang tua, bermain bersama teman, travelling, kencan, atau sekadar menghabiskan waktu di rumah. Berhentilah sejenak dan pikirkan kembali apakah bekerja merupakan satu-satunya hal yang ingin Anda lakukan sepanjang hidup Anda. Jika jawabannya tidak, ayo mulai kenali situasi diri Anda, tentukan prioritas Anda, dan berikan komitmen yang tinggi atas prioritas Anda!

Nah, bagi Anda yang belum sibuk bekerja karena masih mencari pekerjaan, berikut ini LebahDaun mrekomendasikan untuk menjalan bisnis Online.

Join Re-seller di www.akomoda.com

Join Akomoda to become Re-seller
Join Akomoda Online Shopping Store to become Re-Seller.

pekerjaan yang bisa dicoba nih!

Semoga setelah bekerja nanti, Anda tetap memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi ya! Ayo cari kerja!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.