Orang Beriman Akan Selalu Mendapat Ujian Yang Berat.

Ujian Berat Sebagaimana Orang Terdahulu

Kejadian pilu Keluarga Yasir, Zunairah, Labibah, Bilal dan sederet kejadian pilu lainnya serta penderitaan yang dialami Khabbab bin Arat sendiri, membuat Khabbab mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sedang berada pada bayangan ka’bah, berbantalkan kain burdah yang beliau kenakan.

Khabbab pun mengadukan apa yang terjadi.

“Wahai Rasulullah, sungguh apa yang menimpa kami sangatlah berat, tidaklah engkau mendoakan kebaikan untuk kami ? Tidakkah engkau memohon segera pertolongan Allah ?”

Demi mendengar ucapan Khabbab, Nabi pun terbangun. Wajah beliau memerah. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya;

“Sungguh, umat terdahulu, ada di antara mereka yang tubuhnya disisir dengan sisir-sisir dari besi, dipisahkan antara tulang dan dagingnya. Namun, hal itu tidak menjadikan mereka berpaling dari agamanya. Ada pula yang diletakkan gergaji di atas belahan rambut kepalanya. Ia pun dibelah dengannya sehingga terpotong menjadi dua. Pun tidak memalingkannya dari agamanya. Sungguh, Allah pasti akan meyempurnakan urusan agama ini. Hingga seorang pengendara, berjalan dari Shan’a ke Hadramaut, tidak ada yang ia takutkan selain Allah, juga serigala terhadap kambing-kambinnya. Hanya saja, kalian ini tergesa-gesa.” 

[H.R Al Bukhari].

Hadits Nabi tersebut, memerintahkan pada orang-orang beriman  untuk terus kukuh memegang dienul Islam. Tetap bersabar, tidak mudah putus asa dalam menghadapi pahit getirnya cobaan dalam beragama.

Sudah menjadi ketetapan Allah bahwa orang beriman akan selalu mendapat ujian yang berat sebagaimana orang-orang terdahulu.

Ketetapan itu berlaku dari dulu, sekarang hingga hari kiamat nanti, sebagaimana firman-Nya :

 أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan). Sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” 

[Q.S. Al Baqarah: 214]

Kita pun mendapat suri tauladan dari Umar bin Khathab Radhiallahu ‘anhu, sehingga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pun memberikan gelar *Al-Faruq*, gelar kemuliaan bagi Umar bin Khathab, karena Umar telah memilih sikap terang-terangan dalam menyatakan yang haq dan bathil.

Allahu ‘alam.

Advertisements