3 Alasan Orang Keluar Rumah

Berbondong-Bondong di Jalan Macet

Mau ngapain ?

Beuh … biasanya jalan yang saya lewati untuk menuju kantor selalu macet, namun hari ini luar biasa macettt banget 🙂

Banyak yang  membawa ego nya pribadi; membawa kendaraan pribadi untuk berangkat kerja atau mengantar anak sekolah. Perbandingannya 1:100 dengan kendaraan umum.

Karena harus mengantar anak sekolah tiap hari, saya harus berangkat lebih pagi. Sepertinya alasan yang sama juga terjadi pada banyak orang yang sambil berangkat kerja sekalian mengantar anak sekolah. Macet pastinya.

Ditambah lagi perbaikan jalan yang tak kunjung selesai. Ada saja galian baru yang memperparah kemacetan. Untuk perbaikan saluran saluran air, penambahan kapasitas listrik, Penambahan saluran telekomunikasi, dan lain sebagainya. Semua dengan alasan yang baik.

Saya tidak ingin bermacet ria, .. berhenti sejenak di “Warteg” yang sudah menunggu langganannya, untuk sekedar nGopi sambil buka2 chat yang sudah menumpuk lebih saya sukai dibanding buang2 bensin. Toh masih terlalu pagi untuk ke kantor, dan saya juga tidak latah keinginan ikutan macet. hehehe.

Saya tidak ingin membahas kemacetan, semoga segera teratasi. Kalau  memerlukan saya untuk membantu mengatasi macet; colek saya di fb.me/yames.aja

Teringat nasihat bijak bestari ..
Setiap Amal perbuatan tergantung niat; “ada 3 alasan orang keluar rumah” :

  1. Ingin mencari sesuap nasi.
  2. Ingin memupuk kekayaan.
  3. Ingin mencari  karunia dan ke-ridho-an Allah.

Alasan orang keluar rumah, kalau hanya untuk sekedar mencari sesuap nasi, apalah bedanya dengan makhluk Tuhan yang lain. Pun, kalau untuk memupuk kekayaan. Bagi orang yang percaya dengan hari akhir, lebih memilih untuk menunggu Rejeki yang kekal nanti. Sebab hanya orang-orang yang cerobah saja yang ingin segera dituntaskan di dunia fana ini.

Oleh karena itu lah, Alasan terbaik yang perlu di-niatkan ketika orang hendak keluar rumah adalah untuk mencari Karunia dan Ke-ridho-an Allah Yang Maha Segalanya. Sebab tanpa alasan itu, tak kan sabar kita menghadapi kemacetan kehidupan yang selalu saja lucu 🙂

Terinspirasi buat nulis artikel ini, ketika kopi ku sudah mau habis.

Menulislah sebelum menulis itu dilarang !

 

Advertisements