Sikap Muslim apabila ada pembatalan Transaksi

*SERING D PHP in calon pembeli*

Janganlah marah jangan bersedih, Lapang hati & tetap berkhusnudzon

Bismillaahirrahmaanirrahiim……

‘Iqalah‘ atau ‘menerima pembatalan transaksi’ adalah perbuatan yang sangat dianjurkan, mengingat sabda Nabi,

مَنْ أَقَالَ مُسْلِمًا أَقَالَ اللهُ عَثْرَتَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ

‘Barang siapa yang menerima pembatalan transaksi yang diminta oleh seorang muslim maka Allah akan memaafkan kesalahan-kesalahannya (pedagang_pen) pada hari kiamat nanti.’

[(H.r. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Baihaqi dari Abu Hurairah. Hadis ini dinilai sahih oleh As-Sakhawi dalam Al-Maqashid Al-Hasanah, no. 465; oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1333 dan dalam Silsilah Shahihah, no. 2614; dan oleh Muqbil Al-Wadi’i dalam Shahih Musnad, no. 1373).

Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wasallam memahami bahwa kebanyakan pedagang merasa kecewa apabila barangnya tidak jadi dibeli.

Selain itu, beberapa yang lain malah melampiaskan kekecewaannya dengan marah atau mencaci si calon pembeli.

Untuk itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan ganjaran yang luar biasa bagi seorang penjual yang mau bermurah hati menerima pembatalan transaksi.

Tidak tanggung-tanggung bahwa pembatalan itu mengundang pertolongan Allah Subhanahuwata’ala sehingga Allahpun membatalkan (menghapus) dosa-dosanya pada hari kiamat.

Sungguh indah apa yang dijanjikan oleh islam.

Tidak mudah memang untuk menerima pembatalan dari calon pembeli. Apalagi, jika pembatalan itu juga mengandung terlepasnya rezeki yang besar dari hasil penjualan.

Akan tetapi, seorang muslim yang berbaik sangka dengan calon pembeli nya, niscaya Allah juga akan memberinya yang lebih baik daripada pembatalan tersebut.

*Indahnya muamalah dgn Ilmu*

_Semangat terus menuntut ilmu_

📝💡

source: unnounce

Advertisements