Penyebab Rusaknya Hati

Rusakkah Hati Kita ?

Hati merupakan bagian paling vital dalam kehidupan tak terkecuali dalam masalah aqidah dan keimanan seseorang, karena semua bertumpu pada hati, saking pentingnya Baginda Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan pada umatnya supaya selalu menjaga hati dari perbuatan dosa serta penyakit- penyakit hati lainya, karena ketika hati seseorang sudah rusak maka rusaklah semua amalnya.

Dalam sebuah hadits, Nabi SAW memberi warning (peringatan) akan pentingya menjaga hati, beliau bersabda:

ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله : ألا وهي القلب

Ingat bahwasanya didalam jasad ada segenggam daging (mudghoh), ketika daging tersebut baik maka baik seluruh jasad, dan ketika rusak daging (mudghoh) tersebut maka rusak seluruh jasad. ingat dia adalah hati. (Syarah Arba’in Nawawi Hal: 22)

Mengingat pentingnya menjaga hati dari pengaruh negatif yang bisa merusak kadar keimanan serta amal ibadah kita, Imam Hasan Al- Bashriy salah satu dari ulama terpandang dari kalangan tabi’in memberikan pelajaran penting bagi kita, yaitu enam perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati:

1. Ketika melakukan perbuatan dosa, merasa akan diampuni dosanya.

Salah satu perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati adalah selalu merasa aman dari dosa dengan berprasangka bahwa semua dosa yang dilakukan pasti diampuni kelak, sehingga tidak ada rasa takut untuk berbuat dosa dan ma’siat karena merasa dosanya diampuni.

2. Belajar ilmu tapi tidak diamalkan.

Ilmu adalah komponen penting dalam sebuah perjalanan hidup tak terkecuali dalam masalah ibadah, karena ilmu yang menuntun keabsahan dari ibadah tersebut, namun bagi penuntut ilmu hendaknya berhati- hati karena ilmu yang tidak diamalkan dapat merusak hati, misal kita belajar ilmu untuk mengalahkan orang lain, supaya disegani dan lain sebagainya, karena pada hakikatnya amal merupakan buah dari ilmu.

3. Ketika beramal baik tidak ikhlas.

Amal sholih merupakan perbuatan yang dianjurkan dalam kehidupan beragama, namun ketika amal sholih dibarengi dengan ketidak ikhlasan dapat menimbulkan penyakit hati yang pada akhirnya merusak hati dan kadar kebaikan suatu amal akan luntur sebab ujub, riya dll.

4. Ketika mendapat rizki tidak bersyukur

Syukur merupakan perintah Allah SWT untuk segala bentuk ni’mat yang diberikan, jika rasa syukur sudah hilang dari kehidupan, maka rusaklah hati dan kadar keimanan seseorang, karena orang tersebut masuk dalam katagori kufur ni’mat.

5. Tidak ridho dengan pembagian Allah

Sehat, sakit, kaya, miskin, gateng, jelek merupakan hak prerogratif Allah SWT dalam hal penciptaan tidak ada yang boleh intervensi, semua harus kita terima sebagai bentuk cobaan hidup, karena dengan menolak atau tidak menerima kodrat (takdir) kita, berarti kita tidak ridho dengan ketetapan Allah dan hal itu dapat merusak hati kita.

6. Kurang mengingat mati.

Mati merupakan salah satu cara Allah mengingatkan kita kepada alam akhirat, mengingatkan kita akan pembalasan amal, mengingatkan kita terhadap pertanggung jawaban didunia, jika semua hal itu sudah hilang dari rasa, padahal mati ada di hadapan kita, pertanda hati kita sudah beku bahkan mati dan rusak.

Demikian enam perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati, semoga kita selalu dapat menjaga hati kita dan Allah menyelamatkan hati kita amin.

Imam Hasan Al- Bashriy:

“Penyebab Rusaknya Hati”

(Sumber: Nashoihul Ibad Hal 47)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.